oleh

Empat Kampung di Aceh Lenyap di Malam Hari, Maulem : Tsunami Kedua !

METRO UPDATE.COM – Empat kampung di Provinsi Aceh lenyap bak ditelan bumi. Kondisi ini membuat Gubernur Aceh Muzakir Manaf, tak kuasa menahan sedih. Banjir dan longsor yang menyapu wilayah pimpinannya, menimbulkan duka mendalam.

Tak hanya memporakporandakan kawasan pemukiman, tapi juga membuat empat kampung hilang tersapu banjir dan longsor.

Kabar duka itu diungkap langsung Gubernur Aceh Muzakir Manaf. Bahkan, ia menyebut dampak bencana ini tak jauh beda dengan dampak Tsunami yang pernah terjadi beberapa tahun silam.

“Aceh seperti terkena Tsunami kedua, “ ungkapnya dengan nada bergetar.

Mualem, sapaan akrabnya menyebut empat kampung yang disapu banjir berada di kawasan Sawang, Jambo Aye (Aceh Utara), dan Peusangan (Bireuen). Bencana alam yang menerjang 18 Kabupaten/Kota ini sangat memilukan.

“Malam itu empat kampung hilang entah kemana, “ katanya.

Ia meminta kepada pemerintah pusat, penanganan pasca banjir dan longsir di Aceh harus cepat, dan tanpa jeda. Namun untuk prioritasnya, pembukaan akses darat. Karena, sampai saat ini, jalur darat belum bisa diakses, akibat longsor.

Kondisi ini membuat sulitnya distribusi logistic untuk sampai ke korban bencana alam. Apalagi masih ada beberapa kawasan yang masih terisolir.

“Prioritas pembukaan akses jalur darat, “ tegasnya.

Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) mengungkap, hingga hari ini Selasa 2 Desember 2025, masih ada empat kabupaten di Aceh yang masih terisolasi.

Kondisi tersebut membuat distribusi logistic sulit mencapai tujuan. Karena kondisi itu dipicu putusnya jalur darat.

“Kabupaten Singkil, Kabupaten Aceh Tengah, Kabupaten Bener Meriah dan Kabupaten Gayo Lues, masih terisolasi. Akses jalur darat terputus, “ ujar Kepala BNPB Suharyanto.

Tidak hanya akses ke empat kabupaten itu, akses daerah perbatasan Sumatera Utara dengan Aceh Tamiang, hingga saat ini masih terputus. (13)